Pages

Selasa, 11 November 2014

JILID 2 Bab Rahmat Dan Kasih Sayang | Tanbihul Ghafilin

Al-Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Sayyidina Ibn Abbas Radiyallahu'anhuma berkata : bahawasanya Wahsyi yang membunuh Sayyidina Hamzah Radiyallahu'anhu, paman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, menulis surat kepada Baginda Shallahu 'Alahi wa Sallam dari Mekkah : Sesungguhnya saya ingin masuk Islam, tetapi terhalang oleh satu ayat : yaitu Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

Dan mereka yang tidak mempersekutukan Allah dengan Tuhan yang lain, dan tidak membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina, dan barangsiapa yang berbuat yang demikian itu , maka ia menanggung dosa. (Al-Furqan : 68)

Maka turunlah ayat kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :


Kecuali orang yang bertaubat dan beriman dan beramal soleh, maka untuk mereka Allah akan menggantikan dosa-dosa mereka dengan hasanat. (Al-Furqan : 70)

Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengirim ayat ini kepada Wahsyi. lalu dijawab oleh Wahsyi : Bahawa di dalam ayat ini ada syarat iaitu harus beramal soleh, sedang saya belum tahu apakah dapat melakukan amal soleh atau tidak.

Maka turunlah ayat :

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni pada siapa yang mempersekutukan-Nya, dan mengampuni semua dosa selain dari yang demikian itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (An-Nisa' :48)

Ayat ini dikirm kepada Wahsyi . Jawab Wahsyi : Di dalam ayat ini juga ada syarat, dan saya tidak mengetahui apakah Allah hendak mengampuni saya atau tidak.

Maka turunlah ayat :

Katakanlah : Hai hamba-Ku yang telah mensia-siakan atas diri mereka, janganlah kamu berputus harap dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (Az-Zumar : 53)

Maka dikirim oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kepada Wahsyi. Kerana Wahsyi berasa bahawa dalam ayat ini tidak ada syarat, maka dia pergi ke Madinah untuk memeluk Islam.

Tamat petikan.

Allahu Allah, Alangkah besarnya Kasih Sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, bagaimana pula pada hari ini, semakin besar pula kemaksiatan yang dilakukan oleh hamba-Nya terhadap Allah SWT. Kita bermohon kepada Allah SWT supaya mengasihani kita. Al-Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Sayyidina Umar Radiyallahu'anhu berkata : aku melihat Nabi shallallahu 'Alaihi wa Sallam sedang menangis, lantas aku bertanya, "mengapakah engkau menangis ya Rasulallah ?". Baginda menjawab : Aku didatangi oleh Malaikat Jibril AS, dan dia berkata :

"Sesungguhnya Allah malu akan menyeksa seorang yang telah beruban di dalam Islam, maka bagaimana orang yang beruban tidak malu berbuat maksiat terhadap Allah ta'ala ."

Allahu Allah, belum sampaikah masanya lagi bagi orang mukmin yang mencampur adukkan ketaatan dan kemaksiatan untuk merenungi kasih sayang dan rahmat Allah SWT padanya ? Ya Rahman, Ya Rahim, sembuhkan hati - hati kami, perbaiki amal kami supaya sentiasa dalam ketaatan terhadap perintah-Mu. Matikan kami dalam iman yang sejahtera. Akhirkan kalam kami di dunia kelak dengan kalimah Tauhid yang Agung , La ila haillallah. Sampaikan salam kami kepada junjungan kami, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alahi wa Sallam. Sungguh, tiada musibah yang lebih besar melanda umat ini dari kewafatanmu, wahai kekasih Allah. Semoga Allah SWT mengumpulkan kami bersama-sama mu, wahai penghulu makhluk dua alam, di hari yang dijanjikan kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Wallahu Yahdi ila sawaissabil...
Selawat dan salam sebanyaknya semoga dilimpahkan Allah SWT ke atas junjungan besar kita Sayyidina Nabi Muhammad SAW. (Ya Allah Tempatkanlah Junjungan kami di tempat yang terpuji sepertimana yang Kau janjikan..Amin) Beserta para sahabat dan Ahlulbayt r.anhum yang sangat kasih mereka itu kepada umat ini.Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tiada Daya Upaya melainkan Allah SWT.,
Dan Allah jua yang memberi petunjuk dan Allah SWT Maha Mengetahui..
Jazakallah Khairan Kathira...(^_^)
Al-Faqir wal Haqir indallah,
Salim Azham (MSA)

0 komentar:

Poskan Komentar